Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bagikan Hikmah Ramadan yang Menginspirasi
Sumber: Wikipedia
Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar webinar bertajuk "Spirit Ramadan: Mewah dalam Kesederhanaan". Acara ini menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, sebagai pembicara utama yang memberikan tausiah penuh inspirasi. Meskipun memiliki jadwal yang padat, ia tetap meluangkan waktu untuk berbagi hikmah Ramadan kepada para penasihat, pembina, pengurus, dan anggota DWP dari seluruh Indonesia.
Dalam tausiahnya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kemewahan sejati dalam Ramadan bukanlah tentang materi, melainkan tentang kualitas ibadah dan hubungan sosial yang lebih bermakna. Menurutnya, Ramadan menjadi istimewa bukan karena makanan berbuka yang berlimpah atau pakaian baru, tetapi karena kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah, menjaga puasa, menunaikan salat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan mempererat silaturahmi.
“Ramadan bukan tentang berapa banyak hidangan berbuka yang kita siapkan, tetapi tentang bagaimana kita bisa mengendalikan diri, bersabar, dan memperbaiki hubungan dengan sesama,” ujar Abdul Mu’ti.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti mengutip tafsir Al-Maraghi yang menyatakan bahwa puasa adalah separuh dari kesabaran. Ia menjelaskan bahwa dalam kehidupan, tidak semua rencana berjalan sesuai harapan. Namun, kesabaran bukanlah tentang menyerah, melainkan tentang menerima hasil dengan lapang dada setelah melakukan ikhtiar sebaik mungkin.
Ia memberikan contoh sederhana namun penuh makna, seperti keterlambatan pesawat saat bepergian. Situasi ini memang bisa membuat frustrasi, tetapi bisa juga menjadi kesempatan untuk membaca lebih banyak, menulis, atau sekadar merenung. Begitu pula dalam kehidupan, jika harapan kita tidak terwujud, bukan berarti kita gagal. Mungkin ada rencana Allah yang lebih baik untuk kita.
“Kita sering kali menginginkan sesuatu terjadi sesuai rencana, tetapi Allah lebih tahu mana yang terbaik. Oleh karena itu, kesabaran dalam menerima segala kemungkinan adalah kunci kebahagiaan sejati,” imbuhnya.
Selain tausiah inspiratif dari Abdul Mu’ti, acara ini juga diisi dengan sesi tadarus bersama yang dipimpin oleh Ustazah Lutfiah Haryono. Dalam sambutannya, Masmidah Mu’ti, selaku Penasihat DWP Kemendikdasmen, menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan ibadah, dan memperdalam pemahaman tentang Al-Qur’an.
“Ramadan bukan hanya tentang puasa, tetapi juga tentang bagaimana kita memperbaiki diri, memperkuat hubungan sosial, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen sekaligus Pembina DWP, Suharti, menyoroti bahwa acara ini bukan sekadar membangun nilai spiritual, tetapi juga menanamkan semangat kerja keras dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keberhasilan bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses dan makna di balik setiap perjuangan.
“Kita diajarkan bahwa setiap usaha yang kita lakukan, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun pengabdian kepada masyarakat, harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Dengan begitu, kita bisa mencapai kebahagiaan sejati,” pungkasnya.
Webinar "Spirit Ramadan: Mewah dalam Kesederhanaan" memberikan banyak pelajaran berharga bagi para peserta. Tausiah dari Abdul Mu’ti mengingatkan kita bahwa Ramadan bukan hanya tentang aspek materi, tetapi tentang bagaimana kita bisa memperbaiki diri dan mempererat hubungan dengan Allah serta sesama. Kesabaran dalam menjalani kehidupan juga menjadi poin utama yang ditekankan dalam acara ini.
Dengan menjadikan Ramadan sebagai waktu untuk memperbanyak ibadah, bersabar, dan bersyukur atas segala ketentuan Allah, kita bisa meraih kemewahan sejati dalam kesederhanaan. Semoga pesan dan hikmah yang disampaikan dalam acara ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas hidup, baik secara spiritual maupun sosial.
Posting Komentar